
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Central Asia (ACA) menyampaikan pendapatan premi dari lini asuransi properti mencapai Rp 320,7 miliar pada kuartal I-2025. Kepala Divisi Asuransi Properti dan Energi ACA Mohamad Baihaqi mengatakan nilai itu mengalami kontraksi sekitar 7%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baihaqi menerangkan kontraksi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pengetatan anggaran oleh klien korporasi, khususnya dalam proses tender asuransi. Ditambah adanya penurunan nilai pertanggungan aset yang diasuransikan, yang secara langsung berdampak pada nominal premi.
"Selain itu, adanya penyesuaian nilai premi yang dilakukan oleh tertanggung sebagai bagian dari efisiensi belanja asuransi, terutama pada akun korporasi besar, yang tidak seluruhnya dapat diakomodasi oleh ACA tanpa perubahan komposisi," ujarnya kepada Kontan, Rabu (18/6).
Meskipun lini asuransi properti mengalami kontraksi, Baihaqi menyampaikan secara total pendapatan premi bruto untuk seluruh lini bisnis ACA pada kuartal I 2025 mencapai Rp 1,4 triliun. Nilai itu meningkat 46%, jika dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Lebih rinci, Baihaqi mengatakan sektor korporasi dalam lini asuransi properti tercatat mengalami penurunan kontribusi pada kuartal I 2025. Dia bilang kontribusi premi dari sektor korporasi pada kuartal I-2024 mencapai lebih dari 70% dari total premi asuransi properti, sedangkan pada kuartal I-2025 kontribusinya menurun menjadi sekitar 55%.
Untuk tahun ini, ACA memproyeksikan total pendapatan premi dari lini bisnis asuransi properti akan mencapai sekitar Rp 2,4 triliun. Baihaqi menyebut proyeksi itu menunjukkan pertumbuhan sebesar 16,75%, jika dibandingkan dengan total pendapatan premi lini asuransi properti pada 2024 yang mencapai Rp 2,1 triliun.
Sebagai informasi, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi asuransi properti sebesar Rp 7,80 triliun pada kuartal I-2025. Nilai itu terkontraksi cukup dalam sebesar 14,1%, jika dibandingkan pencapaian periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 9,08 triliun.
Ketua Umum AAUI Budi Herawan menerangkan salah satu penyebab utamanya, yakni adanya ketidakpastian kondisi ekonomi global. Dengan demikian, memengaruhi perusahaan untuk melakukan efisiensi sehingga berdampak juga terhadap lini asuransi properti.
"Kontraksi yang terjadi di lini properti karena kondisi ekonomi global sehingga sektor korporasi itu lebih banyak melakukan efisiensi terhadap pembelanjaan, termasuk asuransi," ungkapnya dalam konferensi pers AAUI di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (13/6).
Budi menambahkan efisiensi yang dilakukan korporasi tersebut membuat mereka membatasi perlindungan untuk beberapa platform bisnis saja.
Baihaqi mengatakan proyeksi pertumbuhan premi lini asuransi properti perusahaan tersebut didorong oleh optimisme terhadap peningkatan permintaan dari sektor komersial dan industrial.
"Hal itu seiring membaiknya iklim investasi dan ekspansi bisnis domestik, serta strategi diversifikasi yang dilakukan perusahaan dalam memperluas basis nasabah di sektor non-korporasi," kata Baihaqi.
Rumah Nyaman Dengan Tema Alam
Jum'at 13 Februari 2026 | 11:45 WIB
Executive Agent Luncheon 2026
Jum'at 13 Februari 2026 | 09:30 WIB
ACA Bekasi Resmi Beroperasi di Lokasi Baru untuk Penguatan Standar Layanan Nasabah
Senin 09 Februari 2026 | 09:45 WIB
ACA Raih TOP BRAND Award 2026 untuk Kategori Asuransi Kendaraan Bermotor
Jum'at 06 Februari 2026 | 11:30 WIB
Dukung Ketahanan Energi, ACA Tuntaskan Klaim PLTG Tarahan kepada PT PLN Batam
Kamis 05 Februari 2026 | 15:45 WIB
ACA Asuransi Perkuat Inklusi Asuransi Pertanian Lewat Persiapan Program IICF AAUI–UNDP
   









