
PT Asuransi Central Asia (ACA) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah dan pelaku usaha ultra mikro. Upaya tersebut diwujudkan melalui podcast “Ngopi Ngapak 2.0 (Ngobrol Pintar Ngasih Dampak)” bertema “Asuransi Mikro: Murah Tapi Nyata Lindungi Keuanganmu” yang digelar di Purwokerto, Rabu (13/5).
Acara yang berlangsung interaktif tersebut dipandu oleh tokoh inspiratif nasional Andy F. Noya bersama Kepala OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mitigasi risiko finansial melalui perlindungan asuransi mikro.
Dalam diskusi tersebut, Dinavia Tri Riandari menekankan pentingnya masyarakat memahami fungsi asuransi sebagai jaring pengaman finansial. Menurutnya, berbagai kerugian ekonomi yang dialami masyarakat sering kali dipicu oleh risiko tidak terduga seperti kecelakaan kerja, kebakaran tempat tinggal, hingga gangguan terhadap usaha ultra mikro.
Merespons kebutuhan tersebut, ACA menghadirkan berbagai inovasi produk asuransi mikro yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah. Kepala Divisi Personal Lines ACA, Sugiarto, yang hadir sebagai narasumber memaparkan sejumlah produk unggulan ACA, antara lain Warisan Ku, Asuransi Demam Berdarah, Asuransi Stop Usaha, dan Asuransi UMKM.
“Produk-produk asuransi mikro ini hadir dengan premi yang sangat terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp50.000 per tahun, namun tetap memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat,” ujar Sugiarto.
Selain produk perlindungan personal dan UMKM, ACA juga menyediakan Asuransi Pertanian guna membantu melindungi petani dari risiko kerugian finansial akibat gagal panen.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Cabang ACA Purwokerto, Honest, menyampaikan bahwa sebagai anggota Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), ACA berkomitmen aktif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat asuransi. Penetrasi asuransi mikro dilakukan dengan mengusung motto SMES, yaitu Sederhana, Mudah, Ekonomis, dan Segera.
“Motto SMES diharapkan dapat menjadi pintu masuk awal bagi masyarakat untuk mengenal asuransi. Ketika tingkat ekonomi masyarakat meningkat, mereka telah memiliki kesadaran mengenai pentingnya asuransi sebagai perlindungan finansial,” jelas Sugiarto.
Sebagai penutup, Sugiarto mengibaratkan peran asuransi layaknya atap dalam sebuah rumah. Menurutnya, pondasi dan tembok yang kuat tidak akan cukup melindungi rumah tanpa adanya atap yang menjaga dari hujan dan badai.
“Begitu pula dengan keuangan. Tanpa asuransi sebagai mitigasi risiko, kerugian finansial akibat musibah dapat mengancam keberlangsungan hidup masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi antara regulator, tokoh publik, dan industri asuransi, ACA berharap penetrasi asuransi mikro dapat semakin luas sehingga mampu menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat Indonesia.
Kamis 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
ACA Hadirkan Perlindungan Nyata bagi UMKM Melalui Pembayaran Klaim Mitra Outlet Binaan Alfamart
Senin 25 Mei 2026 | 14:15 WIB
Jangan Terbuai Ilusi Kemenangan Awal Judi Online
Kamis 21 Mei 2026 | 09:00 WIB
ACA Dukung Munas III APTRINDO 2026 dalam Penguatan Ekosistem Logistik Nasional
Selasa 19 Mei 2026 | 13:45 WIB
ACA Perkuat Mitigasi Risiko Pariwisata di BBWI Travel Fair X BINA & Vesak Run 2026
Senin 18 Mei 2026 | 08:45 WIB
ACA Dorong Literasi Asuransi Mikro Lewat Podcast “Ngopi Ngapak 2.0” di Purwokerto
   









