NEWS UPDATE
Rabu 17 Oktober 2018 | 08:00 WIB
Mengenal 5 Kebiasaan yang Bisa Merusak Mesin Mobil


Mesin mobil merupakan komponen utama yang bertanggung jawab langsung terhadap fungsi mobil sebagai alat transportasi. Sebagus apapun eksterior dan interior mobil Anda, apabila mesinnya tidak berfungsi secara sempurna maka mobil tidak akan nyaman dikendarai.

Cara dan teknik mengemudi sangat memengaruhi kondisi mesin mobil. Kebiasaan mengemudi yang salah dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mesin sehingga tarikannya menjadi tidak maksimal. Hal ini biasanya mengharuskan Anda untuk mengeluarkan banyak uang agar performa mesin kembali maksimal.

Untuk menyelamatkan mesin mobil Anda dari berbagai kebiasaan berkendara yang salah, berikut ini adalah 5 kebiasaan yang harus segera Anda hilangkan:

 

Tidak Menginjak Kopling Secara Penuh


sumber : beritagar.id

 

Bagi Anda yang memiliki mobil dengan transmisi manual, menginjak kopling merupakan sebuah keharusan untuk mengganti gigi. Sayangnya, sebagian besar pengemudi seringkali tidak menginjak kopling sampai habis melainkan hanya setengah saja.

Kebiasaan ini dianggap wajar dan tidak memiliki pengaruh bagi performa mobil, padahal kopling yang tidak diinjak hingga penuh dapat menyebabkan gesekan antara kopling dengan pelat transmisi sehingga ampas kopling cepat habis. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dapat menurunkan performa mesin akibat mekanisme transmisi yang tidak stabil.

 

Memanaskan Mesin Mobil secara Berlebihan


sumber : tipstricksotomotif.blogspot.com

 

Memanaskan mesin mobil merupakan sebuah kebiasaan yang sudah ada sejak dahulu kala. Mesin yang tidak dipanaskan terlebih dahulu dipercaya akan lebih cepat rusak, selain itu memanaskan mesin juga diyakini mampu membuat performa mesin tetap stabil dan tarikannya kencang.

Hal ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi penting untuk diketahui bahwa dengan teknologi injeksi yang disematkan pada mesin-mesin mobil modern, proses pemanasan mesin sebaiknya tidak lebih dari satu menit. Memanaskan mesin dalam waktu lama justru dapat merusak mesin dan membuang bahan bakar.

 

Menunda Servis karena Mesin Belum Rusak


sumber : rgi-service.co.id

 

Menunggu mesin rusak untuk melakukan servis sama dengan memasang bom waktu pada mobil Anda. Mesin yang tidak mendapatkan perawatan secara rutin dapat rusak atau mogok di waktu-waktu mendadak. Selain itu hal ini juga berisiko membuat mesin mengalami kerusakan permanen.

Untuk mengetahui kapan Anda harus melakukan servis, cobalah cek buku manual yang Anda dapat saat membeli mobil. Di buku tersebut biasanya ada panduan soal waktu servis mesin yang paling tepat.

Memasang Gigi Netral di Jalan Menurun


sumber : mrgir.com

 

Memasang gigi netral pada jalur yang menurun memang membuat mobil terasa enteng dan cepat, akan tetapi hal ini memiliki risiko yang cukup tinggi baik terhadap kinerja mesin maupun keselamatan Anda selaku pengendara.

Supaya aman, gunakanlah gigi tiga atau empat jika Anda menggunakan mobil dengan transmisi manual atau gigi L/D jika Anda menggunakan mobil matic.

 

Menstarter Mobil Terlalu Cepat


sumber : kabaroto.com

 

Mobil-mobil saat ini hampir seluruhnya menggunakan mesin dengan sistem injeksi. Sistem ini biasanya memiliki lampu indikator di bagian bawah spidometer yang menyala sesaat setelah Anda menyalakan mobil.

Supaya mesin injeksi tetap awet, biasakanlah untuk menunggu sejenak hingga lampu indikator injeksi padam. Menstarter mobil bermesin injeksi terlalu cepat dapat menyebabkan kerusakan pada mesin yang membutuhkan biaya cukup besar untuk diperbaiki.

Itulah 5 kebiasaan yang dapat merusak mesin mobil Anda. Mengubah kebiasaan memang sulit, tetapi apabila Anda memang berniat untuk menjaga kinerja dan performa mobil Anda, mengubah kebiasaan-kebiasaan di atas sedikit demi sedikit tentu bisa dilakukan supaya mesin mobil Anda tetap awet dan nyaman dikendarai.

Sebagai penutup, untuk menambah kenyaman dan keamanaan berkendara, Anda dapat memanfaatkan jasa perlindungan kendaraan melalui asuransi kendaraan bermotor dari ACA yang sudah terbukti profesional dan berpengalaman.

 

(arf)